Sys LogAugust 21, 2009 4:02 am

Mohon maaf baru nulis update Wifi untuk Ubuntu ME (8.0.4) di Notebook BYON M31W S/S - T5750. Tipe WiFi nya adalah Atheros AR5007EG. Berikut adalah link agar WiFi di laptop bisa dideteksi:
32 bit: http://ubuntuforums.org/showthread.php?p=4999962
64bit:http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=816780

Dokumen lain yang berguna:
http://madwifi-project.org/wiki/UserDocs/FirstTimeHowTo
http://madwifi-project.org/ticket/1679
http://madwifi-project.org/ticket/1192

Semoga membantu.

Sys LogNovember 20, 2008 10:53 am

Saya mencoba sharing pengalaman cara menginstal Ubuntu ME (8.0.4) agar bisa jalan di BYON M31W S/S - T5750, Intel® Core 2 Duo T5750 2.0 GHz / 2 MB L2 Cache / 667(http://www.byon.co.id/product/index.php?act=specnotebook&p_id=101).

Pengalaman pertama kali booting dengan Ubuntu live CD, disuguhi kenyataan tampilan teks yang kacau balau dan muncul pesan error minta update bios ??? Masa baru saya beli (Nov 2008) sudah harus diupdate biosnya, aduh biyung……ampun deh :(

Setelah googling ternyata masalahnya ada di chipsetnya SISM672, VGA Mirage 3+256MB shared, yang konon baca di forum-forum chipset tipe tsb ‘kurang’ mendapat dukungan khususnya di Ubuntu. :(

Driver bawaannya hanya untuk Windows XP dan Vista saja ;) Notebook sudah dibeli, masa harus tukar guling dengan tipe lain? Alasan klasik, masalah budget tentunya :)

Jadilah proyek pertama untuk notebook tersebut bagaimana caranya agar bisa diinstal linux, khususnya ubuntu :) .

Positifnya adalah moga2 pihak produsen BYON kedepannya bisa menyediakan driver untuk linux di setiap produk yang ditawarkannya, sehingga user/pembeli bisa memilih OS apa yang mau diinstal di notebooknya, yang bisa disesuai dengan selera, kebutuhan, dan budgetnya. (pesan sponsor, he..he..).
Cukup ini sekedar pengantarnya. Mari kita mulai.

###
Referensi instalasi diambil dari link: http://forum.chip.co.id/f303-byon-notebook-represented/109819-byon-m31w-s-s-support-linux-gk-5.html (thank to radicx), dengan tambahan opsi di boot optionnya: vga=788 untuk gantikan opsi quiet, serta tambahan opsi acpi=off noapic nolapic dan pnpbios=off (Selanjutnya diterangkan di bawah).

Saya urutkan lagi langkah2nya sbb:
1.Tekan F6 pada menu boot, dan edit boot option sbb:
masukan opsi vga=788, acp1=off noapic nolapic, dan pnpbios=off
Kode:
/vmlinuz-2.6.24-19-generic root=UUID=65100fb0-8e19-41b8-bd10-a5d42e00c987 ro vga=788 splash acp1=off noapic nolapic pnpbios=off

#Opsi quiet saya ganti dengan vga=788, untuk mendapatkan resolusi 800x600 (solusi untuk layar yang bergetar, tampilan teks yang kacau balau)
#pnpbis=off, untuk solusi error update bios ketika booting
Tekan Enter untuk apply, dan tekan b untuk melakukan booting dengan booting option diatas.
2.Lakukan instalasi Ubuntu ME seperti biasa (saya buat partisi: /boot, swap, /, /tmp, /var, /home), saya gunakan grub, untuk opsi pilihan booting via Ubuntu atau O/S lain.
3.Setelah Ubuntu terinstal, masuk ke console, dan edit menu.lst
#sudo gedit /boot/grub/menu.lst
di opsi kernel, update seperti kode langkah 1.
Kode:
kernel /vmlinuz-2.6.24-19-generic root=UUID=65100fb0-8e19-41b8-bd10-a5d42e00c987 ro vga=788 splash acp1=off noapic nolapic pnpbios=off
Dan jangan lupa di save.
4.Tambahkan script berikut di /etc/modules
#sudo gedit /etc/modules
Kode:
apm power_off=1
Langkah-langkah diatas merupakan solusi untuk masalah layar yang bergetar, tampilan teks yang kacau balau, tidak bisa booting dengan pesan error minta update bios dan shutdown yang sempurna.(?)

Sekarang saya sudah bisa login di linux, cuma ada kendala karena tampilan layar hanya memiliki resolusi 800x600 sesuai opsi vga=788. Sekarang, bagaimana caranya agar resolusinya menjadi optimal untuk VGA SiS yang ada.
Berikut adalah update driver 2D/3D untuk VGA SiS M672 sehingga mendapatkan resolusi 1280x800. Cek link berikut:
http://ubuntuforums.org/showpost.php?p=4697207&postcount=4 dan
http://ubuntuforums.org/showthread.php?p=4952576
5.Download file intelsrc.tar.bz2 dari http://ubuntuforums.org/showpost.php?p=4697207&postcount=4
6.Lakukan instalasi
Kode:
#sudo apt-get build-dep xserver-xorg-video-sis
#sudo apt-get install displayconfig-gtk
#tar -xjf intelsrc.tar.bz2
#cd 2d-driver
#./configure –prefix=/usr
#sudo make install
#sudo displayconfig-gtk

[Click on Graphics Card –> Driver –> Choose driver by name –> sis (Silicon Integrated Systems)
Go back to Screen, click Model and select appropriate resolution from generic (in my case:
Generic LCD Panel 1280x800), remember to tick widescreen box if your monitor is widescreen
Choose appropriate screen resolution. Done]

Sip, sekarang notebook sudah pakai resolusi 1280x800, tampilannya jauh lebih baik.

Jangan lupa!! kembalikan lagi opsi vga=788 ke quiet di boot option sebelum restart notebooknya.
#sudo gedit /boot/grub/menu.lst
Kode:
kernel /vmlinuz-2.6.24-19-generic root=UUID=65100fb0-8e19-41b8-bd10-a5d42e00c987 ro quiet splash acp1=off noapic nolapic pnpbios=off
Dan jangan lupa di save kembali.

Sudah selesai? ternyata belum :) masih ada kendala, antara lain bagaimana mengenal WiFi nya?
Harus menunggu diposting berikutnya nih :) )

Sys LogOctober 3, 2007 7:14 am

Dalam lingkungan bisnis sekarang, memiliki disaster recovery yang robust bukan lagi barang mewah, melainkan sebuah kebutuhan. Kemungkinan sistem error, entah karena bencana alam (gempa bumi, badai, banjir, dll) atau karena sesuatu yang dilakukan manusia (virus, teroris, kehilangan daya, dll). Disaster recovery harus menjadi inti dari strategi IT.

Dengan bertambahnya x86 base server yang menjalankan aplikasi kritikal seperti Microsoft SQL Server, Exchange Server, maupun aplikasi AD, DNS, Web Server, dll maka kebutuhan akan disaster recovery menjadi sangat relevan dan penting.

Tradisional Disater Recovery adalah mahal
*Solusi disaster recovery tradisional menjadi sangat mahal dan kompleks. Bayangkan untuk merecover sistem/aplikasi di suatu mesin, kita harus menduplikat hardware/mesin, artinya kita harus memiliki sepasang hardware identik, satu di site produksi (primer) dan satu lagi di disaster recovery site.
*Disaster recovery site lebih banyak tidur atau idle, tapi tetap sama membutuhkan periodik maintenance, kebutuhan daya dan sistem pendingin yang besar.

Tradisional Disaster Recovery adalah Kompleks dan Lambat
*Tools dan proses yang kompleks seperti sistem imaging tools, tape backup dan bare-metal proses untuk sistem, aplikasi dan data recovery membutuhkan skill dan resource yang sulit untuk diperoleh dan di maintain.
*Aplikasi, system dan konfigurasi data perlu disimpan, dan di kloning atau direplikasi memakai proses yang khusus dan kompleks.
*Pengadaan perangkat fisik untuk kebutuhan recovery sangat memakan waktu. Recovery aplikasi dan data memakan waktu dari beberapa jam menjadi beberapa hari yang membuat proses bisnis akan terganggu.

Proses Recovery Fisik
Recovery akan memakan waktu sampai beberapa jam. Dimulai dari Konfigurasi hardware, Instal OS, konfigur OS, Instal backup berjalan sangat lambat dalam proses recovery.

Dengan menggunakan Virtual Machine (VM) kita terbebas dari ketergantungan hardware di data center, dimana fisikal server diganti menjadi virtual server di recovery site, hal ini membuat proses recovery menjadi lebih cepat. Dengan demikian dapat mereduce hardware dan maintenance cost.

Metode virtualisasi menjadi siginifikan terutama untuk kebutuhan business continuity dan disaster recovery. Virtualisasi memiliki intrinsik fitur seperti encapsulation, consolidation, dan independence hardware platform yang membuat solusi disaster recovery menjadi lebih manageable, flexible, dan less costly.

Jadi alasan yang bisa dirangkum, mengapa kita perlu menggunakan metode virtualisasi untuk Disaster Recovery Site, sbb:
Pertama, kita dapat me-’recovery Virtual Machine’ (VM) server baik Intel base maupun AMD tanpa khawatir akan perbedaan fisik hardware yang mendasarinya. Upaya restore server membutuhkan server yang identik (seperti vendor, model, konfigurasi). System compatibility antara hardware dan OS di recovery site dapat dieliminasi, dan membuat proses recovery menjadi dapat diandalkan.
Kedua, adalah kemungkinan untuk mengkonsolidasi server di recovery site dengan menempatkan beberapa VM dalam satu server fisik. Dalam skenario failover, alasan ini paling memungkinkan sebagai backup yang sifatnya temporer.
Ketiga, dalam kondisi normal, kita sebagai user dapat menggunakan server-server di recovery site untuk kebutuhan testing dan development.
Keempat, utilisasi hardware performance, dengan menempatkan beberapa VM dalam satu fisik mesin, utilisasi hardware menjadi maksimal.

Sys LogJuly 31, 2007 11:05 am

Artikel ini berisi tutorial bagaimana cara: create account bawaan BrightStor (setara caroot), reset atau ganti password caroot (jika terjadi kegagalan autentifikasi, atau karena perubahan nama server)
***

A.Create account (bawaan) BrightStor.
Misalkan kita ingin create account baru (disini dicontohkan create account bab11) untuk autentifikasi di BrightStor (setara caroot).
Di server yang terinstal BrightStor 11 (atau 11.5) Backup Server create account bab11. Masuk ke command prompt: C:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\ca_auth –user add bab11 bab11
Keterangan: create account bab11 (setara dengan caroot) dengan password bab11

ca_001

Gambar diatas menunjukkan bahwa account bab11 berhasil terbentuk. Account ini bisa digunakan untuk autentifikasi ke server BrigthStor.

B. “Error No permission for this operation” ketika create account

ca02

Untuk mengatasi error tsb, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
Pertama kali adalah stop semua service yang berhubungan dengan brightstor dengan perintah: cstop.bat
C:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\cstop.bat

ca03

Berikut adalah service-service yang di stop.

ca04

Masuk ke folder: c:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\data\discovery\. Akan muncul nama folder sesuai nama servernya, rename folder tersebut.

ca05

Start kembali service Brightstor, dengan perintah: cstart.bat
C:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\cstart.bat

ca06

Maka akan terbentuk folder baru namanya sesuai dengan nama server di folder c:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\data\discovery.
Reset password caroot (menjadi blank password), dengan perintah authsetup /p. Masuk ke command prompt C:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\authsetup /p

ca07

Ubah password caroot (password mycaroot) dan create account bab11 (password bab11).
Masuk ke command prompt C:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\ca_auth –user chgpasswd caroot mycaroot
Kemudian create account bab11, C:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\ca_auth –user add bab11 bab11

ca08

Sekarang account bab11 sudah bisa digunakan.

C.Gagal create account bab11 (dan caroot) dikarenakan nama server berubah.
Perubahan nama server akan menyebabkan kegagalan autentifikasi di BrightStor, karena BrightStor masih mengacu pada nama server sebelumnya.
Misalkan nama server sebelumnya adalah ServerA (dimana sudah terinstall BrightStor), kemudian nama server tersebut berubah menjadi ServerB.
Langkah-langkah untuk mengatasinya sebagai berikut:
Gunakan perintah cstop.bat untuk menghentikan service BrightStor.
C:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\cstop.bat
Masuk ke folder: c:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\data\discovery\. Akan muncul nama folder sesuai nama ServerA
Edit file discovery.cfg di folder C:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\config\ dan ubah DOMAIN dan PRIMARY ke nama serverB

ca09

Gunakan perintah cstart.bat untuk menghidupkan service BrightStor.
C:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\cstart.bat
Masuk ke folder: c:\Program Files\CA\BrightStor ARCserve Backup\data\discovery\. Akan muncul nama folder sesuai nama serverB (nama server baru).
Reset password account caroot dan create account bab11 bisa dilakukan sesuai langkah sebelumnya.

Semoga bermanfaat.

Sys LogApril 11, 2007 1:02 pm

Di cabang saya menemui kasus di mana ada pc baru (client) tidak bisa joint domain ke Server Domain Controller cabang . Setelah di cek di server DC cabang ternyata ada kegagalan replikasi DC cabang ke DC HO begitupun sebaliknya.
Error yang muncul ketika dilakukan replikasi dengan perintah replmon seperti ini:
err01

Langkah pertama, di sisi HO dilakukan reset password untuk server remote site (DC cabang) yang dimaksud dengan perintah netdom resetpwd, berikut adalah perintahnya:
error02

Langkah kedua, lakukan replikasi di sisi remote site (server dc cabang) dengan perintah replmon
Jika muncul error sbb:
error03

Ini mengisyaratkan bahwa limit replikasi antar DC HO-Cabang telah terlewati (secara default lebih dari 60 hari).

Sebelum menjalankan langkah ketiga, kembali di server DC HO, lakukan perintah repadmin /showrepl untuk mendapatkan DC Object GUID dari server DC HO. Catat GUID tsb.
error04

Langkah ketiga, di server DC cabang lakukan perintah repadmin /removelingeringobjects untuk DC Object GUID server DC HO yang sebelumnya sudah kita peroleh.
error05

Langkah keempat, Edit registry, ke \HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\NTDS\Parameters
Create DWORD Value dengan nama:Allow Replication With Divergent and Corrupt Partner, value data:1, Base:Decimal
Ini akan memaksa DC cabang untuk replikasi
error06

Langkah kelima, lakukan replikasi ulang di dc cabang dengan perintah replmon. Sehingga muncul pesan sukses.
error07

Jangan lupa edit kembali registry \HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\NTDS\Parameters
edit DWORD Value:Allow Replication With Divergent and Corrupt Partner, Base:Decimal, kembalikan value data menjadi:0.

Semoga membantu.

Sys LogDecember 14, 2005 4:39 am

Pernahkan mengalami kondisi seperti ini di server windows 2003?

“System Shutdown: this system is shutting down. Please save all work in progress and log off. Any unsaved changes will be lose. This shutdown was initiated by NT AUTHORITY\SYSTEM
Time before shutdown: 00:00:07
Message: Windows must now restart because the Remote Procedure Call (RPC) service terminated unexpectedly”

Solusi yang dilakukan adalah: restart service ketika terjadi failure di Remote Procedure Call. Defaultnya adalah ‘restart the computer’ kalau terjadi failure. Cara ini memaksa hanya servicenya saja yang direstart dan tidak usah sampai restart komputernya.

Klik Menu Administrative Tools > Service > Remote Procedure Call (Properties) > Recovery > First failure: Restart the service > Second failure: restart the service

Sys LogNovember 30, 2005 5:35 pm

Bagaimana kalau kita ingin melakukan export seluruh informasi dari tabel/database berikut isi datanya dalam bentuk script sql?

Adakah fitur ini pada SQL Server ?

Kayaknya yang ada hanyalah menggenerate script untuk skema databasenya saja, tapi tidak termasuk dump data ke dalam perintah sql INSERT INTO, atau saya yang belum tahu kali ya caranya :(

Ternyata ada tools yang bisa melakukan itu. Namanya Microsoft SQL Web Data Administration.

Tools ini untuk akses sql server via web, alternative akses via enterprise manager. Syaratnya agar bisa jalan, yakni diinstal IIS di computer yang diinstal aplikasi tsb.

Untuk download software ini klik pada link berikut ini :
http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=c039a798-c57a-4
19e-acbc-2a332cb7f959&DisplayLang=en

Untuk tutorial lebih lengkapnya klik pada link berikut ini :
http://www.databasejournal.com/features/mssql/article.php/3330301

Selamat mencoba.

Sys Log 5:03 pm

Ketika kita memindahkan sebuah database ke server lain (baik untuk keperluan testing, pemindahan server dll), hal yang harus dipikirkan adalah selain harus melakukan backup dan restore database adalah menyalin login-login yang ada di server sebelumnya (perkerjaan kedua ini yang kadang bikin sakit kepala, bisa ngebayangin kan? Bagaimana memindahkan login ratusan user misalkan)
Sebelumnya yang saya lakukan adalah membuat list userid semua user yang login, kemudian di create ulang di server sql baru, kecuali password tentunya, karena saya tidak bersedia menanyakan password-password tsb ke semua user yang banyak tsb. (confidential ya).
Seperti biasa passwordnya kemudian dicreate default dan di inform ke user-user. (Dijamin user akan cemberut, passwornya diacak-acak)

TERNYATA ada cara untuk menyalin login tsb berikut passwordnya, betapa leganya :) ) Langkahnya sbb:
1. Pada SQL server pertama (yang mau dipindahkan databasenya), jalankan perintah sql berikut:
***
SELECT ‘exec sp_addlogin [’+ name+’],’, password,
‘,@sid =’,sid,
‘,@encryptopt=skip_encryption’
FROM master..sysxlogins
WHERE name IS NOT NULL
***
Berikut adalah contoh output perintah diatas:
exec sp_addlogin [derrya],
0x01008C73A07B7D8DA72C972A95D7C04DCC95E6FA1D115E2D513AA0EB4126E3DA50193D6BFA
2091788E449BD776CD ,@sid = 0x8C8CCDFFE89D1943BFFD3DC1A75D1CA4
,@encryptopt=skip_encryption

2. Kemudian salin output tsb (copy paste gitu) dan simpan di dalam suatu file (.txt atau .sql misalkan). Lalu file tsb dijalankan di sql server yang dituju.
Selamat! Anda sudah bisa menyalin login user-user tsb, tanpa create ulang/manual.
Selamat mencoba.

Sys Log 2:06 am

Ini kali pertama saya mendapati betapa sulitnya client Windows xp sp2 joint domain ke server 2003 sp1.
Di cek event viewer DNS Server-nya tidak ada hal yang mencurigakan. Setting untuk dnsnya kayaknya sudah benar, disetting ke primary dan mengijinkan dynamic update (non secure and secure). Tapi yang jelas ip client di DNS tidak bisa terupdate.
Perhatian sekarang ditujukan kepada client xp sp2. Dicoba lakukan register dns di pc client untuk memaksa pc client tsb register ke server dns.

c:\ipconfig /registerdns (tunggu pesan errornya selama 15 menit)

Langkah yang sama dilakukan untuk beberapa client yang lain.
Lima belas menit berlalu, dibuka event viewernya di pc client (semoga ini bisa jadi petunjuk), dan terlihatlah event sbb:
The system failed to register host (A) resource records (RRs) for network adapter
with settings:

Adapter Name : {49786D6A-56ED-425A-B791-DB6BCF7E76BA}
Host Name : reg01-mkt02
Primary Domain Suffix : sofreg01.corp
DNS server list :
10.1.201.21
Sent update to server : < ?>
IP Address(es) :
10.1.201.62

The reason the system could not register these RRs was because either (a) the DNS server does not support the DNS dynamic update protocol, or (b) the authoritative zone for the specified DNS domain name does not accept dynamic updates.

To register the DNS host (A) resource records using the specific DNS domain name and IP addresses for this adapter, contact your DNS server or network systems administrator.

Berdasar ini, maka saya tanya sana tanya sini, dan browsing Internet, semoga dapat ‘petunjuk’, ternyata itu karena service ‘windows firewall/Internet Connection Sharing’ aktif, baik di server maupun di client. Setelah service di server tsb dimatikan (hanya service yang di server saja, karena service di client tidak pengaruh). Barulah client bisa konek dengan mudah ke server.

Apa yang saya bisa petik dari pengalaman ini adalah, perlunya terus meng’update’ pengetahuan, fitur, enhancement untuk system baru. Kebiasaan saya ‘bermain’ dengan server windows 2000, dan client windows 2000 prof, dimana fitur windows firewall tidak disertakan, sehingga ‘tidak pernah’ mengalami kejadian seperti ini. Dan ternyata munculnya problem tsb dikarenakan fitur baru di windows 2003 server yang luput dari eksplorasi.
Eksplorasi…eksplorasi.