ToolsApril 22, 2008 7:29 am

Saya sedang membayangkan sebuah kejadian imajiner, dimana saya kehilangan akses ke laptop saya dikarenakan kerusakan hardware sehingga ybs harus diinapkan di service center. Sedangkan saya membutuhkan akses dan update ke file-file dokumen saya (dokumen dan spreadsheet) untuk kebutuhan reporting misalkan.

Sementara saya hanya diberi pinjam akses ke sebuah desktop dimana program-program pengolah kata tersebut tidak terinstal didalamnya dan saya tidak punya hak untuk instal tentunya. Satu-satunya yang ada adalah akses Internet (dan browser tentunya) . Bisa saja saya download aplikasi OpenOffice di desktop tsb, cuma untuk instalnya? kan saya tidak punya hak admin untuk bisa instal. …mmmm

Saya ketik www.google.com, saya ketik kata kunci google doc, Hai!! Saya menemukan ini. Welcome to Google Docs. Saya bisa akses dengan account gmail yang saya miliki saat ini. Saya lihat item by type, dokumen tipe apa yang bisa disupport oleh Google Docs ini: Document, spreadsheet dan Presentation. Cukup…sementara ini sudah cukup bagi saya!! Terima kasih.

Langkah pertama saya adalah upload file document dan spreadsheet yang saya miliki ke Google Docs tsb. Akhirnya saya bisa akses dan update file-file yang saya inginkan. Terima kasih Google Docs. Setelah selesai update, saya perlu file reporting itu untuk dikirim ke Bos2, saya cari-cari menu downloadnya koq ngak ada ya? Gimana cara ambil file tersebut ke lokal desktop ini? dan dikirim sebagai attachment menggunakan web mail milik kantor?

Akhirnya searching lagi-lagi via Google :) , gimana caranya mendowload file-file yang tersimpan di Google Docs ini. Pencarian menemukan beberapa alternatif tools, salah satunya adalah Greasemonkey. Yang bisa diinstal sebagai add-ons nya Firefox. Untung juga browsernya Firefox nih (dalam hati).

Di Firefox, masuk menu Tools> Add-ons> Get Extensions. Di menu sebelah kanan saya menemukan Greasemonkey, klik dan tinggal klik menu Add to Firefox, tunggu beberapa saat tools itu telah terinstal sebagai Add-ons extensions. Setelah instal firefox membutuhkan restart servicenya. Jangan khawatir, web yang sedang kita buka bisa kembali muncul otomatis dengan menekan menu restore sessionnya.

Sekarang saya bisa download file-file dokumen dan spreadsheet yang telah update dan disimpan ke lokal desktop. Setelah itu barulah report tersebut bisa saya kirim sebagai attachment. Sekali lagi terima kasih Google Docs.

Kondisi imajiner ini mungkin bisa terjadi menimpa anda, cuma jangan khawatir ternyata masih ada jalan keluarnya.

Selamat mencoba.

Network LogApril 17, 2008 11:25 pm

Pembahasan mengenai syslog ini saya bagi menjadi tiga bagian:
A.Apa itu Syslog?
B.Konfigurasi Perangkat Cisco agar bisa menggunakan Syslog Server
C.Deploying Syslog Server: versi Windows dengan Kiwi SysLog Daemon dan versi Linux dengan Syslog-ng Daemon

A. Apa itu Syslog?
Syslog adalah standar untuk pengiriman pesan log (log messages) di dalam jaringan IP. Syslog protokol didokumentasikan dalam RFC 3164, yang aslinya ditulis oleh Eric Allamn. Syslog protokol mengirimkan pesan ukuran kecil (kurang dari 1024 bytes) ke penerima syslog (kolektor). Penerima atau kolektor ini lebih dikenal dengan nama “syslogd”, “syslog daemon” atau “syslog server”. Pesan syslog bisa dikirim via UDP atau TCP. Data dikirim dalam bentuk clear text.

Syslog menggunakan User Datagram Protocol (UDP), port 514 untuk berkomunikasi. Ini adalah protokol komunikasi tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host jaringan, UDP tidak memberikan acknowledgement (ACK). Di lapisan aplikasi , ketika server syslog menerima pesan dia tidak mengirimkan ACK balik ke pengirim. Konsekuensinya, mesin pengirim pesan mengirimkan syslog tanpa mengetahui apakah syslog server menerima atau tidak pesan tersebut. Dalam kenyataannya, mesin pengirim tetap mengirimkan pesan walaupun tidak ada server syslog sebagai penampung pesan.

Syslog ini biasanya digunakan untuk troubleshooting dan audit sekuriti, syslog didukung oleh beragam perangkat dengan beragam platform. Oleh karena itu syslog dapat dipakai untuk mengintegrasikan log data dari berbagai jenis sistem dalam satu tempat penyimpanan terpusat. Syslog adalah standar komponen dalam sistem Unix/Linux, yang kemudian diimplementasikan ke berbagai sistem operasi lain.

Berbagai perangkat jaringan Cisco, seperi router, PIX Firewall, VPN concentrator dsb, menghasilkan pesan sebagai informasi dan peringatan. Sebagai contoh router dapat menghasilkan syslog ketika interfacenya mati atau terjadi perubahan konfigurasi. PIX Firewall akan menghasilkan syslog ketika memblok koneksi TCP. Perangkat Cisco dapat dikonfigurasi agar bisa mengirimkan syslog ke eksternal mesin yang berfungi sebagai server pusat syslog. Namun demikian, jika koneksi diantara perangkat Cisco dan syslog servernya mati, maka tidak ada syslog yang dapat ditangkap oleh server. Dalam kasus seperti ini syslog hanya disimpan secara lokal di perangkat Cisco tersebut.

Syslog membawa informasi sebagai berikut:
* facility
* severity
* hostname
* timestamp
* messages
Pemahaman masing-masing paramater akan membantu memudahkan mendeploy sistem syslog di jaringan.

Facility: syslog dapat dikategorikan oleh sumber yang menghasilkan pesan. Penghasil pesan itu bisa berupa operating system, proses, atau aplikasi. Kategori ini dinamakan facility, yang diwakili oleh bilangan bulat. Perangkat Cisco menggunakan facility local untuk mengirimkan pesan syslog. Secara default perangkat Cisco IOS-base, CatOS catalyst, dan VPN 3000 Concentrator menggunakan facility local7, dan PIX Firewall menggunakan facility local4 untuk mengirim pesan syslog.
Tabel.1 Facility

Severity: Sumber atau facility yang menghasilkan pesan syslog selalu menspesifikan tingkat keakutan (severity) dengan menggunakan bilangan bulat tunggal.
Tabel.2 Severity

Perangkat Cisco menggunakan severity tingkat darurat (emergency) ke tingkat peringatan (warning) untuk melaporkan adanya software atau hardware isu. Sistem restart atau interface up/down dikrim dengan tingkat pemberitahuan (notice). Sistem reload dilaporkan lewat tingkat informasi. Output dari debug dilaporkan dalam tingkat debug.

Hostname: Bagian hostname mengandung informasi nama mesin atau IP Address dari mesin pengirim pesan. Untuk perangkat seperti router atau PI Firewall dimana memiliki interface lebih dari satu, syslog menggunakan IP address dari interface darimana pesan itu dikirim.

Timestamp: Timestamp adalah waktu lokal, dalam format MMM DD HH:MM:SS. RFC 3164 tidak menjelaskan mengenai zona waktu, Cisco IOS dapat dikonfigurasi agar bisa mengirimkan infromasi zona waktu sebagai bagian dari pesan syslog. Dimana timestamp yang mengandung informasi zona waktu, formatnya adalah MM DD HH:MM:SS TimeZone
Catatan: agar informasi timestamp akurat, secara praktik untuk mengkonfigurasi semua perangkat menggunakan Network Time Protocol (NTP).

Messages: Adalah isi dari pesan syslog, yang berisi informasi terkait proses yang terjadi. Pesan syslog yang dihasilkan oleh perangkat Cisco IOS dimulai dengan simbol persen (%) dan menggunakan format:
%Facility-Severity-Mnemonic:Messages-Text

Dengan mengikuti deskripsi yang telah dibuat diatas:
Facility: merujuk kepada sumber pesan, bisa berupa hardware, protokol, atau modul dari sistem software.
Severity: merujuk kepada tingkat keakutan
Mnemonic: kode khusus yang dihasilkan mesin untuk mengidentifikasikan pesan
Messages-Text: adalah text yang menyatakan isi pesan dan detail, bisa berupa nomor port dan alamat jaringan.

Contoh pesan syslog yang dihasilkan oleh perangkat Cisco IOS:
*Apr 10 03:56:06.908 gmt: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Loop systack0, changed state to up

Pesan ini dimulai dengan spesial karakter (*) dan timestamp mengandung informasi zona waktu. Pesan ini dihasilkan oleh facility LINEPROTO dengan severity level 5 (notice:pemberitahuan). Mnemonic UPDOWNmenggambarkan kejadian.

Format pesan syslog yang dihasilakn CatOS-base sedikit berbeda dibanding IOS-base, berikut adalah format yang dihasilkan perangkat CatOS-base switch.
mm/dd/yyy:hh/mm/ss:facility-severity-MNEMONIC:Message-text

Format pesan dari PIX Firewall dimulai dengan tanda persen (%), dan sedikit berbedadengan pesan IOS-base:
%PIX-Level-Message_number: Message_text

bersambung…
Bagian berikutnya membahas: Konfigurasi Perangkat Cisco agar bisa menggunakan Syslog Server

ToolsApril 11, 2008 9:21 am

Ada banyak tools yang bisa digunakan untuk audit sekuriti dari perangkat jaringan, seperti router, switch, firewall, dll. Disini dibahas mengenai Nipper.

About Nipper: http://nipper.titania.co.uk/
Download: http://sourceforge.net/projects/nipper
Contoh Report Nipper: http://i.i.com.com/cnwk.1d/i/tr/downloads/home/Cisco0823.html

Apa itu Nipper?
Nipper singkatan dari Network Infrastructure Parser, Nipper adalah open source security auditing tools untuk perangkat jaringan. Salah satu keuntungannya open source adalah gratis. Sebelumnya dikenal dengan nama CiscoParse. Tools ini mudah diinstal dan mudah penggunaanya.

Yang sangat menarik adalah Nipper ini bisa dipakai untuk mengaudit bermacam perangkat jaringan: Cisco, Nokia, Juniper, CheckPoint and Nortel. Ini adalah daftar perangkat jaringan dimana Nipper bisa melakukan audit terhadapnya.

* Cisco IOS-based Switches
* Cisco IOS-based Routers
* Cisco IOS-based Catalysts
* Cisco NMP-based Catalysts
* Cisco CatOS-based Catalysts
* Cisco PIX-based Firewalls
* Cisco ASA-based Firewalls
* Cisco FWSM-based Firewalls
* Cisco CSS-based Content Service Switches
* Juniper NetScreen ScreenOS-based Firewalls
* CheckPoint Firewall-1 (FW1)
* Nortel Passport Devices
* SonicWALL SonicOS Firewalls

Nipper mampu melakukan sekuriti audit untuk perangkat jaringan dan menghasilkan report, yang terdiri dari beberapa bagian:

* Isu terkait dengan sekuriti
> Meliputi deskripsi dari isu sekuriti, seberapa mudah untuk melakukan ekploitasi, dan rekomendasi.
> Rekomendasi meliputi cara mengatasi isu yang ada.
* Laporan konfigurasi
> Meliputi detail dari konfigurasi
* Appendiks
> Abbreviations
> Zona waktu
> Common Ports
> Logging Severity Levels
> Version Details

Bagaimana menggunakan Nipper?
Nipper mampu mengaudit sejumlah perangkat dengan banyak variasi opsi yang bisa dipakai. Disini saya akan memperlihatkan dasar pengoperasiannya saja. Sebagai contoh saya ingin mengaudit Cisco catalyst switch.

Saya menggunakan catalyst switch seri 2900, dengan konfigurasi yang ada saat ini.
Pertama, download Nipper dan Windows. Ekstrak ke folder di lokal PC, misalkan C:\nipper.
Kedua, ambil file konfigurasi catalyst dalam bentuk text. Telnet atau SSH ke catalyst, gunakan perintah show running-config, copy & paste outputnya ke notepad dan simpan hasilnya ke lokal PC di direktori C:\nipper yg telah kita buat sebelumnya.
Alternatif kita bisa gunakan failitas tftp server untuk menyimpan file konfigurasi ke lokal PC. Sebagai contoh dapat gunakan tftpd32.
File konfigurasi itu dapat digunakan untuk mengaudit konfigurasi switch di pc kita, masuk ke windows prompt, dan masuk ke direktori C:\nipper. Ikuti perintah berikut, seperti gambar dibawah.

C:\nipper>nipper –ios-switch –input=01-in-sw-01-confg –output=audit-sw1.html

file konfigurasi: 01-sw-01-conf
output audit: audit-sw1.html (format html)

nipper01

Detail perintah dan opsi yang dipilih, bisa dilihat di folder C:\nipper\docs. Atau bisa jalankan peritah C:\nipper\nipper -help untuk detailnya.

Sistem akan mengembalikan ke command prompt tanpa memberikan informasi apapun. Tapi jangan khawatir perintah tersebut berfungsi.
Selanjutnya, buka web browser dan masukkan url C:\nipper\audit-sw1.html. File audit-sw1.html ini adalah hasil sekuriti audit. Berikut adalah screenshoot hasil audit.

nipper02

Apa yang Nipper beritahu?
Dari report yang dikeluarkan, Nipper memberikan informasi sekuriti audit seperti:
* Versi software yang memiliki vulnerabilities dan nomor referensinya
* Memberi rekomendasi untuk men disable service yang memungkinkan orang lain bisa mengakses router/switch.
* Perintah yang diperlukan untuk meningkatkan sekuriti router/switch.

Contohnya, nipper bisa memberitahu kita tentang:
* Perlu tidaknya upgrade IOS untuk mencegah vulnerability telnet remote Dos attack dan TCP listener Dos attack
* Perlunya konfigurasi service tcp-keepallives-in untuk membantu mencegah Dos attack.
* Perlunya mengkonfigurasi timeout console session, untuk mencegah seseorang mengambil alih akses ke router dari sesi telnet atau consol.
* Konfigurasi secure HTPP services menggunakan HTTPS.
* Konfigurasi enable logging.

Disamping rekomendasi tsb, Nipper memberikan ringkasan konfigurasi perangkat, service apa yang on atau off, status line, status interface, DNS, time zone, dan lain-lain.

Nipper itu tools yang sangat bagus untuk membantu network administrator dalam mengaudit perangkat jaringan disamping ukuran file instalasinya yang kecil, sederhana cara penggunaannya, dan free tentunya. :)

Selamat mencoba.