Sys LogApril 11, 2007 1:02 pm

Di cabang saya menemui kasus di mana ada pc baru (client) tidak bisa joint domain ke Server Domain Controller cabang . Setelah di cek di server DC cabang ternyata ada kegagalan replikasi DC cabang ke DC HO begitupun sebaliknya.
Error yang muncul ketika dilakukan replikasi dengan perintah replmon seperti ini:
err01

Langkah pertama, di sisi HO dilakukan reset password untuk server remote site (DC cabang) yang dimaksud dengan perintah netdom resetpwd, berikut adalah perintahnya:
error02

Langkah kedua, lakukan replikasi di sisi remote site (server dc cabang) dengan perintah replmon
Jika muncul error sbb:
error03

Ini mengisyaratkan bahwa limit replikasi antar DC HO-Cabang telah terlewati (secara default lebih dari 60 hari).

Sebelum menjalankan langkah ketiga, kembali di server DC HO, lakukan perintah repadmin /showrepl untuk mendapatkan DC Object GUID dari server DC HO. Catat GUID tsb.
error04

Langkah ketiga, di server DC cabang lakukan perintah repadmin /removelingeringobjects untuk DC Object GUID server DC HO yang sebelumnya sudah kita peroleh.
error05

Langkah keempat, Edit registry, ke \HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\NTDS\Parameters
Create DWORD Value dengan nama:Allow Replication With Divergent and Corrupt Partner, value data:1, Base:Decimal
Ini akan memaksa DC cabang untuk replikasi
error06

Langkah kelima, lakukan replikasi ulang di dc cabang dengan perintah replmon. Sehingga muncul pesan sukses.
error07

Jangan lupa edit kembali registry \HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\NTDS\Parameters
edit DWORD Value:Allow Replication With Divergent and Corrupt Partner, Base:Decimal, kembalikan value data menjadi:0.

Semoga membantu.

Sosial[k]ita, PerjalananApril 10, 2007 9:44 am

Ketika ke Surabaya kemarin saya menyempatkan diri melihat musibah lumpur di Porong-Sidoarjo, orang kadung bilang ‘lumpur lapindo’. Saya katakan musibah karena kejadian tsb telah membuat ribuan orang exodus dari tempat tinggalnya dan mengungsi ke barak-barak penampungan.

Disisi lain saya melihat ini sebagai fenomena alam terbentuknya gunung atau danau alam. Bagaimana tidak, upaya yang dilakukan untuk menutup lubang semburan sampai saat ini dikatakan belum berhasil. Lumpur terus menerus keluar dari perut bumi, membanjiri daerah-daerah yang lebih rendah. Bahkan saya amati di beberapa titik (yang sebelumnya adalah perkampungan), sudah mulai muncul semburan-semburan lumpur dan gas walaupun dalam ukuran yang kecil.

Yang saya lihat saat ini, orang berusaha untuk melokalisir area semburan lumpur agar tidak makin meluas. Dibuatnya urugan tanah membentuk cincin. Cincin urugan tanah paling jauh, yang paling dekat ke jalan dan rel kereta tingginya ada yang mencapai mungkin 5 meteran. Lumpur yang tertahan oleh cincin tsb sudah mulai mengendap dan membentuk danau, sementara cincin yang lebih dalam masih berupa lumpur halus…masih mengepul karena panas. Di cincin yang paling dalam dekat semburan lumpur…urugan dibuat makin tinggi.

Ini musibah bagi kebanyakan orang yang rumahnya terendam lumpur, hilangnya mata pencaharian bagi orang yang bekerja yang tempat kerjanya ikut terendam. Tapi fenomena ini sedikitnya menjadi ladang mata pencaharian bagi mereka yang masih bertahan. Mereka mengutip bayaran bagi siap saja yang ingin melihat langsung dari dekat fenomena tsb, menyewakan ojek bagi pengunjung yang ingin melihat lebih dekat (sampai ke batas pita kuning yang tak boleh dilewati), menjual vdc berisi kronologis kejadian, serta warung-warung dan tempat parkir disekitar lokasi. Mereka menjadi guide bagi siapa saja yang datang melihat ini.

Foto-foto amatir berikut mengabadikan fenomena ini.
Gambar 1. Ketinggian lumpur yang lebih tinggi dibandingkan jalan dan jalanpun terendam air
memandang

Gambar 2. Lumpur yang mulai mengendap menghasilkan danau.
mendanau

Gambar 3. Pohon pun ikut mati karena terendam lumpur panas.
meranggas

Gambar 4. Pusat semburan yang dilokalisir dengan meninggikan tanggul.
semburan01

Gambar 5. Semuanya terendam menyisakan atap
terendam01

Gambar 6, Bangunan sudah mulai roboh digerogoti lumpur.
terendam02