Mengamati kecelakaan akhir-akhir ini yang menimpa maskapai penerbangan membuat perasaan ngak nyaman ketika tugas mengharuskan ke luar kota, dan rutenya tak tanggung semacam tur ke Sulawesi saja : Makassar, Kendari dan Manado.
Memilih maskapai penerbangan tidak ada lagi pilihan. Tak ada jaminan bahwa maskapai yang satu lebih baik dari yang lain, bahkan maskapai yang dinilai paling aman pun terkena insiden yang sangat mengejutkan.

Hikmahnya bagi diri pribadi adalah saya lebih khusu berdo’a ketika pesawat tinggal landas apalagi mendarat. Berdo’a dan berserah diri kepada Allah SWT. Cuaca buruk, goncangan di pesawat memberi sensasi yang lebih dibanding dulu. Jika dulu mengalami hal seperti itu dianggap biasa-biasa saja, beda dengan sekarang: waspada-waspada.

Jika dulu sengaja boarding cepat agar bisa milih tempat dulu (tempat favorit adalah exit door di bagian sayap, alasannya tempat dulu lebih lapang), sekarang cepat-cepat boarding agar bisa milih tempat duduk di paling belakang. Mengapa ngak didepan/tengah pak, masih kosong koq, di belakang kan bising. Ngak ah enak dibelakang..lebih tenang…deket toilet ..he..he…