Jika kita perhatikan taksi-taksi yang ada di Jakarta ini, bisa dibagi menjadi dua kategori dari sisi tarif: tarif lama (mencantumkan label : tarif lama, baik di kaca depan ataupun di kaca belakang), mengapa tulisan tarif nya diletakkan di kaca belakang? tanya kenapa? Satu lagi yang memberlakukan tarif baru (tidak dikasih label).
Saya jadi penasaran dengan tulisan ‘tarif lama’ tsb, seberapa validkah tulisan itu?. Kebetulan saya ada suatu keperluan jemput keluarga di Halim PK, saya sengaja berangkat menggunakan taksi yang memberlakukan tarif baru, dan saya catat rute dan argonya. Pulangnya saya menggunakan jasa taksi ‘tarif lama’, dengan rute yang sama dengan berangkat, sampai di rumah saya cek argonya….wow….ternyata ongkosnya hanya selisih 2000 rupiah dari taksi berangkat. Tapi selisih lebih mahal….ck..ck…ck. Saya bayar lebih mahal untuk taksi ‘tarif lama’ dibanding taksi tarif baru.
Jadi kesimpulan saya sementara tulisan ‘tarif lama’ tidaklah terbukti lebih murah. Atau jangan-jangan ‘tarif lama’ itu berarti harga lebih mahal dibanding tarif baru ya?
Sosial[k]itaOctober 27, 2006 11:18 am
