Perjalanan dari Medan menuju Kisaran ditempuh selama 3,5-5 jam, via taksi/travel. Bisa juga naik kereta api, walau cuma ada jam2 tertentu saja.
Lamanya perjalanan tergantung kesepakatan penumpang dengan supir, mau lambat ‘alon-alon asal kelakon’, apa mau cepat ‘grasak-grusuk’.
Perjalanan sampai Deli Serdang jalannya lebar cukup muat 4 mobil berjejer, tapi lewat itu jalannya menyempit, jadi hanya 2. Yang mendebarkan adalah sepanjang perjalanan lalu lalang mobil-mobil truk, tronton, adu cepat dengan ‘betor’ beca motor, disini uji nyali, jalan kecil, berkelok-kelok, lalu lintas ramai, apalagi menjelang malam, dominasinya moge, mobil gede.

Kota Kisaran, mirip muara bungo, bandar jaya kurang lebih, sebuah kota lintas, jalur lintas timur sumatera. Di kotanya banyak bangunan2 tua, domansi ruko-ruko 5 lantai untuk sarang walet.

Perihal makanan, banyak didominasi oleh makanan khas Chinesse, dan Padang, warung kopi kayaknya umum ya di sumatera.

Kalau malam, sepanjan jalan depan kantor banyak tenda-tenda orang jualan, kafe-kafe kata orang sini. Jam 11 malam di depan kantor masih ramai. Beragam jenis makanannya, walau terasa aneh dilidah, cukup menikmati juga.

Disini listriknya kurang stabil, dalam sehari bisa 2-3 kali tegangannya turun, UPS, stabilizer, dan genset menjadi syarat yang harus ada di kantor, kalau ngak…(ngak kebayang deh)

Demikian sekilas Kisaran, bagi yang suka jalan2, dan mencicipi makanan daerah, Kisaran cukup ramah juga dan bisa menambah perbendaharaan rasa.