Ini adalah ek-SP-e-D-isi terjauh yang saya lakukan ke wilayah Sumatera. Menempuh perjalanan 1 jam ke bandara, 1.5 jam via udara (sudah termasuk delay pesawat 30 menit), jadwal travel yang mulur sampe 3 jam, plus menempuh perjalanan darat selama 6 jam (sudah termasuk 1 jam istirahat karena ada penumpang mabuk, termasuk makan dan perbaikan mobil mogok) melewati hutan belukar, dan perkebunan sawit.
Satu jam pertama perjalanan dari Jambi melewati jalan yang bagus, lebar dan lurus (kayak tol) naik turun bukit. Kiri kanan masih ditemui rumah-rumah berjejer-jejer, serta ladang- ladang dari bekas hutan yang ditebangi. Mulai masuk wilayah Muara Bulian kemudian Muara Tebo, disepanjang jalan yang ditemui kalau ngak hutan ya kebun sawit. Perjalanan menyusuri sepanjang sungai batanghari. Rumah-rumah mulai jarang-jarang. Jalan berkelok-kelok sempit, jalan bolong dimana-mana (ngeri kalo perjalanan malam). Yang bersliweran kalau ngak bus AKAP (semisal bus ekonomi Medan - Solo, mana tahaan), ya mobil gandengan, truk-truk pengangkut sawit, tangki crude oil. Yang keliatan tangguh di medan seperti ini ya mobil 4x4, pajero, dan sejenisnya. Ngak keliatan sedan seliweran di jalan ini..he.he..
Kebayang kalau mobil mogok malam hari di tengah hutan begitu..glek..ngak kebayang deh, jangan terjadi lah. Untungnya mobil yang ditumpangi mogok sore hari, service di daerah sungai bengkal. Coba kalau mogok malam hari di hutan????
Perjalanan malam hari, benar-benar gelap, cahaya hanya ada dari mobil-mobil yang berpapasan saja, selain itu gelap.
Lokasi kantor di dekat jalan lintas timur sumatera, menghubungkan Palembang-bengkulu- padang-pekanbaru. Jalan ini hidup 24 jam. Kota ini cukup ramai mungkin karena menjadi jalur lintas antar propinsi, disamping memiliki hasil bumi yakni sawit dan karet yang berlimpah. Perusahaan asing yang saya temui dalam perjalanan adalah Conoco Philips, ditandai dengan plang Well 09 Area yang menyempil diantara perkebunan sawit.
Di hotel saya liat beberapa expart asing (Jepang) yang menginap dengan pakaian khas pekerja lapangan. Leasing yang sudah ada duluan disini: FIF, Adira, BAF, BFI, Indomobil, dan baru akan buka adalah ACC. Bank yang ada disini baru: BRI, BNI, Mandiri, dan Danamon. Maaf ngak ada Lippo dan BII disini. Siap kena potongn kalo ngambil gaji-Lippo. Kalo ngak ya harus bawa cash ato pindahin ke bank lain sebelum berangkat kesini he..he..
Malam minggu kemarin, saya sempat melihat pesta kembang api yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan elektronik Columbus. Keliatannya lagi diadakan grand opening. Denger punya denger yang punyanya masih ada hubungan dengan perusahaan pembiayaan Columbia. Openingnya heboh dan mewah bener neh di kota semacam muara bungo. Bisnis itu sangat prospek kali ya disini.
Karyawan disini yang asli orang muara bungo hanyalah security, semuanya import dari Jambi dan Jakarta. Dalam minggu ini mereka keliatan sibuk mencari kontrakan. Disini ternyata biaya kontrakan dan makan termasuk mahal (lebih murah makan di di Atun atau di lamongan, dan ngontrak di ciputat deh). Begitu juga tarif hotel, untung ada bulan Juli Discont Party.
Sampai saat ini saya belum sempet jalan-jalan di dalam kota muara bungo, soalnya sibuk kerja, lagian kalau jalan siang hari itu sama dengan membiarkan disengat panasnya matahari. Rasanya mirip kalau kita manjat ke atas genteng di siang hari yang terik. Pasti terasa.
Oh..ya makannya apa disini? Samo kaya di Nagari urang awak, masakan padang:
Uni, tambo cie randangyo!
